-->

Ini Loh Solusi Terbaik Pemerintah Dalam Bidang Ekonomi Yang Tidak Dipahami Rakyat

Ini Loh Solusi Terbaik Pemerintah Dalam Bidang Ekonomi Yang Tidak Dipahami Rakyat

Banyak masyarakat yang mempertanyakan janji suci Jokowi dulu waktu masih kampanye pencalonan presiden, janji yang sangat melekat di seluruh Indonesia adalah mensejahterakan bangsa ini atau membuat rakyat negeri ini hidup sejahtera dan paling tidak meminimalisir kemungkinan. Namun apa yang terjadi sekarang? Harga kebutuhan pokok melonjak naik dengan harga yang mahal tentunya, mahal buat para masyarakat miskin dan sangat murah bagi pemerintah. Saya tidak tahu menahu tentang perekonomian yang akan direncanakan oleh pemerintahan Jokowi ini, apa solusi dia dan kabinetnya memperbaiki urusan ekonomi negara ini, saya hanya tahu urusan ekonomi keluarga saya, urusan dapur, dan belanja ke pasar yang ternyata harga kebutuhan pokok di zaman ini malah mahal-mahal. Mahal buat saya dan keluarga saya karena memang tidak sebanding dengan penghasilan pekerjaan saya yang notabene juga mengabdi kepada negara yang masih dibawah 1K, apalagi buat saudara-saudara kita yang tidak bekerja dan tidak punya penghasilan atau yang hanya bekerja seadanya, sungguh tak bisa saya bayangkan bagaimana cara mereka mencukupi kebutuhan keluarganya, kebutuhan anak-anak mereka yang merupakan generasi penerus bangsa ini namun tidak diperhatikan oleh negara ini. Memang mengeluh tidak ada gunanya karena yang bisa memperbaiki kita, keadaan kita, adalah kita sendiri

Lantas apa solusi pemerintah dalam menyikapi permasalahan ekonomi ini? Permasalahan kebutuhan pokok untuk seluruh keluarga Indonesia ini?

Pernah melihat atau membaca tulisan "Ayo Kerja" ?

Ayo Kerja

Tentu semua penduduk di negeri ini tahu dan membaca tulisan "Ayo Kerja" yang akhir-akhir ini menjadi slogan dalam HUT RI Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahukah Anda dibalik tulisan yang menjadi slogan pemerintahan Jokowi tersebut?

Menurut sumber yang saya baca di Detinews, Jokowi menegaskan bahwa Ayo Kerja bukanlah slogan tapi pergerakan. "Ayo kerja bukanlah slogan semata melainkan sebuah pergerakan. Pergerakan apa? Pergerakan seperti halnya yang pernah dibayangkan oleh Bung Karno, Bapak Bangsa dan Proklamator Kemerdekaan, bahwa: '..pergerakan kita janganlah pergerakan yang kecil-kecilan; pergerakan kita itu haruslah pada hakekatnya suatu pergerakan yang ingin mengubah sama sekali sifatnya masyarakat, suatu pergerakan yang ingin menjebol kesakitan-kesakitan masyarakat sampai kesulur-sulurnya dan akar-akarnya'‎ " ujar Jokowi di Kilometer 0, Sabang, Aceh, Selasa (10/3/2015)

Jokowi memiliki keyakinan yang sama bahwa pergerakan yang ingin dibangun adalah pergerakan menjebol mentalitas bangsa yang berada dalam keterjajahan, ketertindasan, ketidakadilan, ketidakmerdekaan serta membangun mentalitas baru sebagai bangsa yang merdeka 100 persen." Itulah makna yang paling mendasar dari revolusi mental," kata Jokowi. Ayo Kerja, lanjut Jokowi, sesungguhnya adalah perwujudan praktis dari gerakan revolusi mental yang juga dicanangkan sejak awal pemerintahannya. Revolusi mental itu bukan hanya untuk rakyat namun harus menjangkau dan mengikat para penyelenggara negara. "Para penyelenggara negara memiliki tanggung jawab moral maupun konstitusional untuk bekerja jujur, tanpa pamrih, melayani rakyat secara paripurna," imbuhnya

Membaca pernyataan yang disampaikan oleh Jokowi tersebut, sungguh sangat sulit dipahami oleh masyarakat awam, padahal inti dari slogan Ayo Kerja itu adalah menyuruh seluruh rakyat Indonesia ini untuk bekerja, bekerja dan bekerja

Kalau seluruh rakyat Indonesia ini bekerja, maka kesejahteraan rakyat akan didapat dengan sendirinya dan dan urusan pemerintah yang menjanjikan kesejahteraan untuk rakyat akan pudar dengan sendirinya. Jika seluruh rakyat bekerja, mereka akan mempunyai penghasilan, punya banyak uang dan belanja pun tidak akan bingung seperti sekarang ini. Dan tentunya jika rakyat bekerja maka pendapatan negara ini juga akan baik, penghasilan panen melimpah, dan negara akan menjadi subur makmur kembali.. Dan itu kalau tidak di korupsi.. Kalau pendapatan negara selalu di korupsi, yang kena imbasnya lagi-lagi rakyat.. yang menderita rakyat...

Yuks bekerja... Karena itulah solusi terbaik menghadapi semua permasalahan ekonomi di negeri ini. Kita bekerja untuk keluarga kita, pemerintah bekerja juga untuk keluarga mereka.. Rakyat siapa yang nanggung?