-->

70 Tahun Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia

70 Tahun Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia

70 Tahun Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia sudah kita rasakan bersama di negeri yang kita cintai ini, yang kita banggakan ini, yang kita bela dari segala gangguan baik dari dalam maupun dari luar. Sejenak mari kita lupakan segala aktivitas kita sehari-hari, 1 menit saja atau jika mampu 1 atau 2 jam saja tinggalkan segala aktivitas kita, mari kita merenungkan apa yang telah kita lakukan, apa yang telah kita perbuat untuk bangsa ini, sudah 70 tahun Indonesia merdeka. Jika usia Anda saat ini sudah 80 tahun itu artinya Anda termasuk salah satu rakyat yang menjadi saksi hidup bagaimana perjuangan rakyat Indonesia 70 tahun yang melawan segala kesewenang-wenangan bangsa lain meluluh-lantakkan bangsa ini, memberi penderitaan bagi rakyat Indonesia waktu itu. Dan atau mungkin Anda salah satu pejuang yang mungkin terlupakan oleh bangsa ini. Ironis... Jika usia Anda saat ini 20 tahun atau sama seperti saya lebih sedikit, apa yang telah kita lakukan selama ini, hingga saat ini? Tidak ada? Ironis... Jika usia Anda saat ini 50 tahun lebih atau orang-orang yang memimpin yang mempunyai kedudukan di Jakarta sana dengan kursi empuk tilam putih dibawah bokongnya sehingga lupa untuk berdiri, apa yang telah kalian lakukan untuk bangsa ini, untuk rakyat kecil yang mengharapkan belas-kasihan dari Anda semua? Apa? Tidak ada? Hanya janji-janji pepesan kosong? Ironis...

70 Tahun Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia

70 Tahun Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia dirasakan oleh seorang pejuang yang terlupakan bahkan tidak dipedulikan lagi orang-orang yang mengatasnamakan dewan rakyat seperti yang dialami oleh Agus Salim asal Jawa Barat yang sampai "mengemis" dan meminta haknya sebagai rakyat yang tidak mampu. Bapak berusia 100 tahun ini tentunya lebih mengerti bagaimana pahitnya hidup di masa penjajahan dulu sehingga beliau ini meminta haknya kepada para pemimpin yang sudah berduduk nyaman di kursi empuk mereka. Sungguh, ketika saya mendengarkan cerita dari mbah saya yang sudah berusia 92 tahun ini dan beliau masih hidup sampai sekarang, sungguh masyarakat di sekitar rumah saya waktu itu selalu dicekam rasa ketakutan yang selalu di teror oleh PKI dan serdadu-serdadu Jepang.. Dan berbanding terbalik dengan saat ini dimana bangsa ini di teror oleh pemimpin-pemimpin yang haus akan kekuasaan dan kekayaan dengan melakukan manipulasi dan korupsi. Mereka bahkan tanpa rasa bersalah menteror teman-teman mereka sendiri jika tidak berada dalam satu lingkaran dengan dia.. Sungguh, pemimpin-pemimpin seperti itu lebih biadab dari penjajah

70 Tahun Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia juga dirasakan oleh pemuda-pemudi bangsa ini namun kebanyakan mereka juga tidak peduli dengan apa yang telah terjadi dengan bangsa ini, mereka bisanya hanya foya-foya, melakukan hubungan bebas, perzinahan dimana-mana, melawan orang tua, melawan guru, menjadi teroris bangsa, dan terlibat dalam minuman dan obat terlarang. Mungkin inilah yang mereka maknai dengan kemerdekaan bagi mereka sendiri, merdeka untuk bebas dalam kehidupan. Bahkan dalam menyambut perayaan hari kemerdekaan bangsa Indonesia ada yang cuma ngomel gak jelas maksudnya seperti yang punya blog ini, bisanya cuma menulis artikel yang bikin orang yang membacanya merasa gimana gituh... Ada yang merasa gak nyaman dengan artikel ini?